Tentang Kata Klitik -ku, -mu, -nya yang Butuh Sandaran


Di dunia kepenulisan pasti tidak asing lagi dengan sebutan kata ganti yang digunakan untuk mengganti penyebutan nama orang atau benda. Dalam bahasa Indonsia, kaa ganti ditulis sesuai aturan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Kata ganti membuat sebutan tersebut bersifat umum karena tidak perlu menyebutkan nama orang atau benda yang dipanggil.

Dalam bahasa Indonesia, kata ganti meliputi -ku (aku, saya), -mu(kamu, kita), -nya(dia). Untuk penulisan kata ganti yang dipendekkan dan ditulis lengkap terdapat beberapa perbedaan. Kata ganti lengkap dituls terpisah dengan kalimat sebelum atau sesudahnya, sedangkan untuk kata ganti yang dipendekkan ditulis serangkau atau disambung.

Dikutip dari situs PUEBI, kata ganti yang ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya, yaitu ku- dan kau-. Sedangkan untuk yang penulisannya serangkai dengan kata yang mendahuluinya adalah kata ganti -ku, -mu, -nya. Selain itu, ada catatan khusus untuk kata ganti -ku, -mu, -nya yang bisa ditulis dengan tanda hubung. Apabila penulisannya disambung dengan bentuk singkatan atau yang diawali huruf kapital.


Contoh:
  • Kututup pintu laboratorium setelah praktik kimia selesai
  • Kaubuang bunga mawar dan surat cinta dariku
  • Andi meminjam bukuku untuk menyalin catatan
  • Riko meninggalkan penanya di perpustakaan, jadi ia harus kembali untuk mengambilnya
  • Rani mencekal tangan Rama, “Jam tanganmu tertinggal.”
  • Ridho selalu berdoa di sepertiga malam untuk mendekatkan diri kepada Tuhan-Nya
  • Tanpa lelah Sasha melafazkan zikir, “Ya Allah, ampuni hamba-Mu ini dan mudahkan jalannya mencari ridho-Mu.”
Nah, jangan sampai memisahkan kata ganti -ku, -mu, -nya dari sandarannya, dari kata yang mengikuti maupun yang mendahuluinya. Sebab, kata ganti yang dipendekkan tersebut tidak bisa berdiri sendiri. Siapa nih yang sering salah?

Subscribe to receive free email updates: