Birrul Walidain - Firlia



A Flash True Story By: Firlia

Birrul Walidain


Minggu, 11 Desember 2016.

Deg ... Deg ... Deg ... 

“Dan peraih gelar best student kelas sembilan Rumaisha adalah ....”

“Selamat untuk ananda Firlia Prames Widari!” seru ustadzah Molis, selaku MC acara pembagian raport.


Baca Juga: Sekelumit Rindu Buat Ibu

“Alhamdulillah, terima kasih ya Allah!” syukurku dalam hati. Alhamdulillah aku masih bisa mempertahankan nikmatmu ini, Ya Allah .... Yap, akhirnya besok sudah libur. Bisa bangun siang nih! Ah, akhirnya bisa beristirahat juga

“Assalamualaikum, ananda semua! Ustadzah mau berpesan sama kalian! Meskipun nanti ketika liburan kalian tidak diajak ke tempat wisata jangan berkecil hati ya! Selalu berpikir positif, siapa tau liburan kali ini menjadi kesempatan untuk berbirrul walidain atau berbakti kepada orang tua....” Pesan ustadzah sebelum mengakhiri pertemuan akhir semester ini.

***

Senin, 12 Desember 2016. 04:45 WIB

“Fiirliaa.... bangun nak! Sholat subuh dulu! Mentang-mentang udah libur, solatnya jangan libur juga!” teriak ibu dari dapur.

“Aduhh, Ibuk! Masih pagi banget, sepuluh menit lagi!” balasku dengan suara malas. Huh, kok nggak sesuai ekspetasi sih liburannya? Masih aja disuruh bangun cepat. Tapi, daripada kena omel lagi, kayaknya memang harus bangun sekarang, deh! 

Hmm.. hari pertama liburan aja udah gini, gimana kedepannya? Dulunya sebelum liburan aku udah buat rencana berkunjung ke beberapa tempat wisata. Tapi, untuk sekarang tidak memungkinkan untuk pergi. Rutinitas liburanku sekarang seperti ibu rumah tangga saja,hiks. Pagi-pagi harus kepasar beli sayur, selanjutnya memasak. Lalu setelah itu nyapu rumah. Setelah ini sudah? Ya, belum atuh neng! Aku harus memandikan dua orang adikku yang masih balita dan selanjutnya menyuapi sarapan mereka dulu. Aku kira sudah berakhir masa-masa aku mejadi upik abu, tapi ternyata aku juga disuruh mengasuh dua krucil itu lagi, aarghhh! Liburan apa ini?

Tapi, ternyata mereka bisa diajak kompromi, tinggal dikasih mainan eh langsung diam. Jadi, aku bisa buka sosmed dulu, sambil chatingan gitu. Lalu aku memutuskan untuk membuka chat grup dan tenyata isinya adalah curhatan masa liburan, haha. Ternyata bukan aku saja yang mengalami ini. Lantas aku langsung curhat juga,

“Firli nggak ngerasa kalau sekarang itu liburan, pasti ada aja kerjaan rumah. Serasa kayak pembantu, hiks.” Ketikku di monitor hp.


Baca Juga: Patung Batu - Amarta Shandy

“Bener tuh!” respon teman-teman. Haha, serasa punya pendukung. 

“Alhamdulillah, kesempatan birrul walidain dong! Sama sih, ustadzah juga gitu, nggak ngerasa liburan. Tapi, ustadzah nggak ngerasa kayak pembantu juga.” balas ustdzah Septi, selaku wali kelas kami.

Deg! Balasan itu. Kenapa tak pernah terpikir dibenakku untuk menjadikan rutinitas liburanku selama ini memjadi kesempatan untuk berbakti. Aduh jadi berasa bersalah. Selama ini percuma aku capek-capek kerja kalau aku anggak ikhlas, kan? Batinku.

Tapi, tak berapa lama ustadzah mengirim pesan di grup,

“Assalamualaikum, buat ananda ustadzah yang sudah mengamalkan materi birrul walidain selama liburan. Ustadzah mau ngajak kalian liburan ke air terjun daspetah loh! Siapa yang mau dapat kesempatan ini harus kirim cerita liburan kalian ke inbox ustadzah, ya! Ayo ditunggu” tantang beliau.

Aku pun tak ingin melewatkan kesempatan ini. Aku langsung mengirim ceritaku dan akhirnya ikut kesempatan ini. Hmm, ternyata peribahasa bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian itu benar adanya, ya. Lalu, pasti ada aja rezeki kalau berbakti pada orang tua.

[Memori: 24 Desember 2016]







Biodata Penulis:


Namaku Firlia Prames Widari. Aku dilahirkan di Kediri pada 27 September 2002. Rumahku beralamatkan di Jln. M. Jun, Kecamatan Pasar Sejantung, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Sekarang statusku pelajar di SMPITKU CURUP, kelas IX Rumaisha. Jika ingin berkritik dan saran boleh mengirimkannya lewat Facebook “Firlia Prameswidari” atau via e-mail di dyahpramesya@gmail.com

Subscribe to receive free email updates: